Bagi sebagian orang, keputusan menjalani prosedur invasif bukan hal yang mudah. Karena itu penting memahami semua pilihan terapi yang tersedia.
Banyak orang merasa lega setelah menjalani prosedur pasang ring jantung. Nyeri dada berkurang, napas terasa lebih lega, dan aktivitas mulai kembali normal.
Namun penting untuk dipahami, pemasangan ring bukan berarti masalah jantung sudah sepenuhnya selesai.
Setelah tindakan, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi jantung tetap stabil dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Bukti Penyempitan Kembali Setelah Pasang Ring Jantung
Perhatikan hasil pemeriksaan angiografi koroner pada gambar di samping.
Dari laporan medis tersebut terlihat bahwa pasien yang sebelumnya telah menjalani pemasangan beberapa ring jantung (stent) mengalami penyempitan kembali pada pembuluh darah di dalam ring.
Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai In-Stent Restenosis, yaitu penyempitan yang terjadi kembali pada area pembuluh darah yang sebelumnya sudah dipasang ring.
Pada laporan tersebut terlihat kalau:
Artinya, meskipun ring jantung sudah pernah dipasang sebelumnya, pembuluh darah tersebut dapat kembali mengalami penyempitan seiring waktu.
Dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai In-Stent Restenosis (ISR).
In-stent restenosis (ISR) tetap dapat terjadi setelah pemasangan stent koroner, meskipun teknologi stent terus berkembang.
Penyempitan kembali pada pembuluh darah atau ISR setelah pasang ring muncul akibat berbagai faktor seperti proliferasi neointima, faktor mekanik, dan karakteristik lesi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Michael S. Lee dan Gaurav Banga, mengenai In-stent Restonesis setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), Bahwa ISR umumnya muncul 6-12 bulan setelah Tindakan PCI , dan paling sering disebabkan oleh proses Neointimal Hyperplasia , yaitu Proliferasi otot vaskular yang menyebabkan penyempitan kembali lumen arteri.
ISR dapat terjadi 3-20% setelah pemasangan ring terbukti pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Dangas et al pada journal of American College of cardiology.
Menurut Penelitian oleh Roxana Mehran et al. mengenai “Angiographic Patterns of In-Stent Restenosis Classification and Implications For Long term outcome” bahwa Bentuk ISR bisa berbeda-beda dan semakin parah penyumbatannya , semakin besar risiko pasien mengalami penyempitan ulang sehingga akan dilakukan tindakan pemasangan stent ulang ditempat yang sama.
Pada sebagian pasien, Ring yang ada di dalam pembuluh darah dapat kembali menyempit. Penelitian medis menunjukkan kondisi ini dapat terjadi pada sekitar :
Sebuah penelitian besar yang dipimpin oleh Dr. David J. Maron, ahli jantung dari Stanford School of Medicine, memberikan temuan penting tentang penanganan penyakit jantung koroner.
Dari hasil penelitian besar ini yang telah melibatkan ribuan pasien (lebih dari 5000 orang) di 320 titik random bahkan sampel pasien diambil dari 37 negara menunjukkan bahwa hasil penelitian ini benar benar valid dan mengubah paradigma kosong yang selama ini diyakini bawah pasien dengan penyumbatan arteri koroner jantung harus ditangani dengan pasang ring (Stenting) ataupun operasi bypass (CABG).
Terbukti bahwa kedua tindakan invasif tersebut tidak membuat angka kematian pasien menurun dan bahkan resiko serangan jantung malah lebih tinggi.
Selain itu Medis Konvesional terlalu berfokus hanya terhadap Sumbatan pada Pembuluh darah artery coronary besar atau utama pada jantung , yang dapat divisualisasikan pada pemeriksaan kateterisasi dengan menggunakan zat kontras, tentunya masalah belum selesai sampai disitu, penelitian terbaru memunculkan perspektif yang sering diabaikan yaitu mengenail Pembuluh darah kecil atau mikrosirkulasi pada jantung tidak kalah penting bagi jantung untuk berkontraksi dengan normal. Pembuluh darah kecil atau mikrosirkulasi pada jantung juga memiliki resiko yang sangat tinggi untuk terjadinya sumbatan.
Perspektif ini sejalan dengan Penelitian studi kohort oleh Nishi et al yang melibatkan 572 pasien dengan penyakit jantung koroner yang menjalani pemasangan ring jantung di 8 pusat kardiologi di 4 negara “menunjukkan bahwa kesehatan pembuluh darah kecil di jantung sangat berpengaruh terhadap kondisi pasien setelah tindakan pemasangan ring jantung (PCI). Meskipun pembuluh darah besar sudah berhasil dibuka, aliran darah di pembuluh darah kecil bisa saja masih terganggu. Pasien yang pembuluh darah kecilnya tidak bekerja optimal terbukti memiliki risiko keluhan jantung dan masalah lanjutan yang lebih tinggi. Karena itu, menjaga kelancaran sirkulasi darah hingga ke pembuluh darah kecil penting sebagai bagian dari perawatan lanjutan dan pendamping, agar fungsi jantung tetap terjaga dalam jangka panjang.”
Pemeriksaan kateterisasi jantung memang dapat menyajikan dalam bentuk visual Penyumbatan pembuluh-pembuluh darah besar atau utama artery coronary pada jantung, namun tidak dapat menyajikan secara visual pembuluh-pembuluh darah kecil atau mikrosirkulasi pada jantung, sehingga pemeriksaan ini tidak dapat menggambarkan aliran sirkulasi pada jantung secara komprehensif. Kelancaran sirkulasi pembuluh darah jantung baik pada pembuluh darah utama maupun pembuluh darah kecil atau mikrosirkulasi harus dijaga dengan baik.
Oleh karena itu Brogakard dapat dipandang sebagai bagian dari strategi supportive care yang berorientasi pada keberlanjutan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dalam konteks ini, Brogakard diposisikan bukan sebagai pengganti terapi medis, melainkan sebagai pendamping yang membantu mengoptimalkan kondisi vaskular terutama pada mikrosirkulasi pada jantung, menjaga kelancaran aliran darah, dan mendukung proses pemulihan fungsi jaringan pada otot jantung .
Keunggulan pendekatan bahan alam terletak pada sifatnya yang lebih holistik, bekerja secara bertahap dan berhubungan erat dalam elastisitas atau kelenturan pembuluh darah dan mendukung kelancaran keseluruhan sirkulasi pembuluh darah utama hingga mikrosirkulasi (pembuluh darah kecil) pada jantung sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan metabolik kardiovaskular (pembuluh darah jantung) yang bertujuan sebagai pendampingan pasien jantung koroner dan stroke.
Jadi anda perlu berpikir ulang sebelum menjalani kedua prosedur invasif tersebut.
Sebagai bagian dari pendekatan pemeliharaan kesehatan jantung, Brogakard diformulasikan untuk membantu mendukung kesehatan pembuluh darah dan menjaga kelancaran sirkulasi darah menuju otot jantung.
Formula herbal terstandar ini dirancang untuk membantu menjaga aliran darah koroner tetap optimal, sehingga suplai oksigen dan nutrisi dapat mencapai otot jantung dengan lebih baik.
Digunakan bersama pemantauan medis dan gaya hidup sehat, Brogakard menjadi bagian dari pendekatan kesehatan jantung integratif yang bertujuan membantu menjaga fungsi jantung dalam jangka panjang.
Brogakard bekerja dengan membantu mendukung kelancaran sirkulasi darah dan kesehatan pembuluh darah melalui kombinasi beberapa bahan alami, antara lain:

Menurut Australian Government, Departmen of Health and Ageing officer of the Gene Technology Regulator dengan judul The biology of ananas comosus var comosus (Pineapple) pada menyatakan bahwa ekstrak nanas yang mengandung enzim bromeline memiliki aktivitas menghabat agregasi platelet, fibrinolitik dan antiinflamasi yang dapat membantu aliran mikro sirkulasi. Karena berperan pada koagulasi/agregasi, ekstrak nanas yang mengandung bromeline berpotensi pada klaim memperlancar sirkulasi

Menurut penelitian dengan judul Purification and proteomic analysis of potent fibrinolytic enzymes extracted from Lumbricus rubellus menunjukan kemampuan fibrinolitik, mengurangi viskositas darah dan mendukung lisis fibrin/bekuan darah. Dan kandungan Enzim lumbrokinase akan merangsang sintesis growth factor, diantaranya VEGF dan CXCL12 yang merupakan faktor angiogenik atau collateral pada pembuluh darah jantung

Menurut Review artikel yang berjudul Current Research of Phytochemical, Medicinal and Non-medicinal Uses of Uncaria gambir Roxb menyatakan bahwa gambir kaya akan katekin/tannin (antioksidan) yang mendukung klaim perbaikan sirkulasi pembuluh darah melalui sifat antioksidan dan perbaikan profil lipid dengan mengurangi stress oksidatif (indirect support).

Menurut penelitian yang berjudul Quantifying the effects of spirulina supplementation on plasma lipid an glucose concentration, body weight and blood pressure menyatakan bahwa arthrospira atau spirulina memiliki banyak manfaat pada peningkatan marker pada system kardiovaskular seperti TC, LDL-C, TG, vLDL-C, FBG and DBP jangka panjang sehingga dapat mendukung klaim memperlancar sirkulasi darah. Arthrospira atau spirulina Mengandung fikosianin yang bersifat anti-inflamasi, antioksidan, dan vasoprotektif dan Studi menunjukkan spirulina dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi endotel, dan memperbaiki profil lipid.serta mendukung nutrisi mikro untuk keseimbangan tubuh terutama terhadap sistem imun dan metabolisme, sehingga tubuh lebih responsif terhadap gangguan sirkulasi.
Melalui kombinasi mekanisme tersebut, Brogakard membantu menjaga sirkulasi darah menuju otot jantung tetap optimal, sehingga fungsi jantung dapat bekerja lebih stabil ketika tubuh melakukan aktivitas.
Seorang pasien datang dengan keluhan yang sering dialami oleh banyak penderita penyakit jantung koroner: nyeri dada saat berjalan, cepat lelah saat naik tangga, dan napas terasa lebih berat ketika beraktivitas.
Awalnya keluhan tersebut hanya muncul sesekali. Namun seiring waktu, rasa tidak nyaman di dada semakin sering dirasakan, terutama ketika tubuh melakukan aktivitas fisik.
Untuk memastikan kondisi tersebut, dokter melakukan beberapa pemeriksaan jantung, termasuk EKG dan Treadmill Test, guna melihat bagaimana respon jantung ketika bekerja lebih keras.
Pada pemeriksaan Treadmill Test tanggal 13 September 2024, ditemukan perubahan gelombang ST berupa ST depresi pada beberapa lead.
Temuan ini mengarah pada kesimpulan medis:
“Suggestive Positive Ischemic Response.”
Artinya, terdapat indikasi bahwa otot jantung mengalami kekurangan suplai oksigen (iskemia) akibat aliran darah yang tidak optimal pada pembuluh darah koroner.
Dalam kondisi seperti ini, dokter biasanya mulai mempertimbangkan tindakan lanjutan untuk memperbaiki aliran darah, termasuk kemungkinan pemasangan ring jantung.
Namun sebelum mengambil keputusan tersebut, dilakukan pendekatan terapi yang difokuskan pada perbaikan sirkulasi darah dan dukungan kesehatan pembuluh darah jantung.
Setelah menjalani terapi pendamping menggunakan Brogakard, dilakukan kembali pemeriksaan treadmill test pada 15 Februari 2025 untuk mengevaluasi perkembangan kondisi jantung pasien.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perubahan gelombang ST yang sebelumnya ditemukan tidak lagi terlihat pada beberapa lead.
Kesimpulan laporan medis menyatakan:
“Negative Ischaemic Response.”
Artinya, saat jantung bekerja selama aktivitas fisik, tidak ditemukan lagi tanda kekurangan oksigen pada otot jantung seperti pada pemeriksaan sebelumnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa suplai darah menuju otot jantung telah membaik, sehingga jantung dapat bekerja lebih stabil ketika tubuh melakukan aktivitas.
Berdasarkan hasil evaluasi lanjutan tersebut, kondisi jantung pasien dinilai lebih stabil dan pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri dada yang sebelumnya sering muncul.
Dengan hasil pemeriksaan lanjutan yang menunjukkan perbaikan, dokter menyimpulkan bahwa tindakan pemasangan ring jantung tidak diperlukan pada saat itu.
Pasien cukup melanjutkan pemantauan kondisi jantung serta menjaga kesehatan jantung secara berkala.
Jika Anda mengalami keluhan seperti nyeri dada saat aktivitas, cepat lelah, atau memiliki riwayat gangguan pembuluh darah jantung, konsultasi yang tepat sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Tim medis kami akan membantu mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan rekomendasi pendekatan yang sesuai.